Senbatsu Single 'UZA' JKT48 Akan Segera Diumumkan


JKT48 melaui kanal Youtube nya baru saja merilis sebuah video yang berisikan info bahwa member yang akan menjadi senbatsu single 'Everyday Kachuusa/UZA' atau single ke-19 JKT48 diumumkan pada tanggal 13 Mei 2018 atau hari Minggu. JKT48 juga akan membuat siaran live melalui akun Instagram nya.

Sudah dipastikan bahwa semua member berlatih koreografi lagu ini dengan 'Mati-matian' untuk mendapatkan hasil yang maksimal, karena kesulitan dari lagu ini bukanlah dari segi gerakan dance yang dibawakan saja tetapi juga 'Ekspresi' yang harus dilatih agar 'Pesan' yang disampaikan pada lagu ini pun dapat diterima oleh audience yang menontonnya.


Bercerita tentang lagu 'UZA', seperti pernyataan yang ada di video tersebut bahwa ini adalah lagu tersulit di sepanjang sejarah 48 Group memang benar adanya. 'UZA' adalah single ke-28 AKB48 yang dirilis pada tanggal 31 Oktober 2012 lalu, banyak fans yang berada diluar Jepang bertanya-tanya apa arti dari judul lagu ini, tapi telah di konfirmasi jika 'UZA' merupakan kata bahasa Jepang yang berarti "Menjengkelkan" atau "Menyebalkan".

Manajemen merilis lagu "Kontroversial" ini 2 bulan berselang setelah Atsuka Maeda graduation. Kenapa kontroversial? karena judul maupun isi liriknya memiliki maksud dan artian yang cukup "Gelap", apakah karena Akimoto-sensei merasa kehilangan sosok Atsuko Maeda sehingga membuat lirik sedemikian rupa? itu bisa saja meski tidak ada fakta yang membuktikannya. Dibalik hebatnya Instrumen dan Koreografi lagu 'UZA', lirik dalam lagu ini bercerita tentang dorongan untuk mengatakan cinta pada seseorang meski tahu bahwa rintangan yang dihadapi sangatlah sulit dan juga kenyataan yang dihadapi bahwa seseorang yang disukai itu tidak menyukainya. Atau dalam tafsiran lain, seperti mengisahkan seorang gadis yang putus asa untuk mendapatkan hati seorang laki-laki yang dia tahu kalau hanya sia-sia belaka untuk mendapatkannya.
 
Melihat dari gerakan dancenya, 'UZA' diberi label sebagai "Level kesulitan dengan tingkat tertinggi di AKB48". Ya, kita sudah pernah melihat "Beginner", "River", atau sebut saja "Escape" nya SKE48 yang genrenya hampir sama tapi, 'UZA' berada ditingkat level yang berbeda. Dibawah arahan Akihic, personel dari Beat Buddy Boi (BBB), koreo lagu 'UZA' sangatlah awesome! segaris lurus dengan aransemen musiknya yang di buat "Berat" oleh Yoshimasa Inoue. Dance yang sulit harus sesuai dengan Tune musik, powerful dan juga penuh energi jugalah membuat perubahan posisi Center di lagu ini. Konsep awal manajemen untuk Center lagu 'UZA' adalah Double Center Oshima Yuko dan Watanabe Mayu, Mayu telah lama disebut sebagai "Next AKB48 Ace" sehingga pantas untuk naik posisi menjadi Center yang juga diharapkannya, akan tapi takdir berkata lain, Mayu tidak bisa mengikuti gerakan dance untuk Center 'UZA' dengan baik, seperti yang dikatakan Oshima Yuko ketika dalam sebuah interview di Documentary "No Flower Without Rain",


"Dia mungkin tidak suka gaya menari 'UZA', agak sulit bagi dia untuk mengambilnya (Center) dan genre 'UZA' ini sangat berbeda dari apa yang telah kita lakukan di AKB hingga saat ini. Mayu harusnya berada di posisi center, tapi itu pasti terlalu sulit untuk Mayu, dia tidak bisa melakukannya, jadi mereka (Jurina dan Mayu) akhirnya bertukar tempat."


Watanabe Mayu pun menyadari jika dirinya tidak mampu untuk membawakan 'UZA' sebagai Center dengan baik:
"Itu sangat menyebalkan, dan membuatku berfikir bahwa aku harus bekerja lebih keras dari sebelumnya, tapi itu juga yang membuatku menyadari bahwa aku masih belum cukup berpengalaman."

Tidak hanya Mayu, banyak member yang cukup kesulitan menghapal koreo 'UZA', contohnya Shimazaki Haruka yang menagis ketika berlatih koreo dan Miyawaki Sakura, sehingga pada awal debut lagu ini di Nippon Budokan, posisi mereka di tempati sementara oleh personil BBB (nb. Ketika debut lagu 'UZA' di Nippon Budokan, Beat Buddy Boi juga tampil sebagai backdancer), bahkan dance Yamamoto Sayaka terlihat sedikit "Berantakan" saat pertengahan lagu dan juga Kojima Haruna yang kehilangan konsentrasi ketika lagu hampir selesai ditampilkan. Untuk awal-awal mungkin cukup menguras energi, dan terbukti pada acara musik selanjutnya, para senbatsu 'UZA' ini semakin menikmati dan makin mahir dengan gerakan tarian 'UZA'. 

Mariko Shinoda memberikan pendapatnya tentang dance lagu 'UZA':
"Biasanya hanya sehari untuk mempelajari koreografi dari sebuah lagu. Tapi kali ini, member paling cepat mempelajari koreo ini hampir hingga 4 hari, dan bagi member yang ' Slow respond ' pada koreografi bisa sampai sebulan."
Dan Watanabe Mayu pun bertukar posisi dengan Matsui Jurina. Seperti yang diharapkan, Double Center Matsui Jurina dan Oshima Yuko benar-benar sangat "Wow", bukan tanpa alasan, dance dari Oshima Yuko fantastis, gerakannya powerful, cepat dan tanpa cela, sedangkan Jurina sendiri adalah gadis yang dilahirkan untuk mempunyai bakat menari, Matsui dapat dengan cepat mempelajari teknik dance 'UZA'. Tak heran jika Matsui Jurina sebagai salah satu dancer terbaik 48Group selain suaranya yang bagus.


Berikut komentar dari Matsui Jurina tentang dirinya yang dipilih sebagai Double Center lagu 'UZA':
"Aku sudah belajar menari ketika masih sekolah dasar, aku sangat suka menari, secara pribadi aku sangat menikmati tarian 'UZA', ini sangat mudah bagiku untuk mengambilnya. Menari disamping Yuko-san adalah pengalaman yang berkesan untukku, aku sangat menghormati kemampuan dan keahlian dancenya".

Mungkin hanya itu yang dapat saya ceritakan, selanjutnya kalian sendiri yang menilainya tentang lagu 'UZA' ini dan seperti apa terjemahan liriknya kita lihat saja nanti setelah single ini rilis.